Hipnosis adalah suatu cabang ilmu yang terus berkembang. Di luar negeri, khususnya di Amerika, hipnosis
telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka.
Meskipun ada sangat banyak pakar yang menjelaskan atau menulis tentang hipnosis,
apabila diteliti dengan cermat, apa yang mereka jelaskan selalu mengacu
pada satu konsep dasar. Konsep dasar ini yang harus dikuasai untuk bisa
mengerti dengan benar hipnosis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dulunya sebelum saya mempelajari hipnosis, saya juga mempunyai pandangan yang negatip terhadap hipnosis.
Namun setelah mendalami dengan sungguh-sungguh, saya akhirnya mengerti,
jatuh cinta, dan dapat memetik manfaat yang luar biasa dari cabang ilmu
ini, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk membantu orang lain.
Apa bedanya dengan hipnotis dan hipnotisme?
Kata hypnosis berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. Hipnosis adalah ilmunya, hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis, sedangkan hipnotisme sama dengan hipnosis.
Apa beda hipnotis dan hipnoterapis?
Gelar hipnotis atau hipnoterapis memang agak membingungkan. Namun untuk mudahnya, hipnotis adalah seseorang yang telah mempelajari dasar-sadar ilmu hipnosis. Hipnoterapis adalah hipnotis yang mempelajari teknik terapi dengan menggunakan kondisi hipnosis.
Hipnotis belum tentu seorang hipnoterapis. Hipnoterapis pasti seorang hipnotis. Seorang hipnotis yang biasa membawakan pertunjukan belum tentu mampu melakukan terapi. Namun seorang hipnoterapis pasti bisa melakukan apa yang dilakukan hipnotis.
Apakah benar saat ini banyak orang yang salah mengartikan apa itu hipnosis?
Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengenal hipnosis,
baik dari pertunjukkan di televisi maupun dari pemberitaan di berbagai
media masa. Seiring dengan semakin gencarnya publikasi, masyarakat juga
dihadapkan pada berbagai informasi yang tidak tepat atau bahkan salah
mengenai hipnosis. Beberapa pandangan yang salah tentang hipnosis, yang beredar di masyarakat, antara lain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis sama dengan gendam atau kejahatan, hipnosis adalah penguasaan pikiran, hipnosis adalah ilmu sesat yang menggunakan kekuatan mahluk halus, dan hipnosis adalah sama dengan tidur.
Apakah hipnosis seperti itu? Tentu tidak. Pandangan yang salah tentunya akan sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang tidak mengerti hipnosis yang sebenarnya akan menutup diri dan menolak mempelajari hipnosis, dan tentunya tidak akan bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari praktek hipnosis.
Bagaimana cara kerja hipnosis?
Kondisi hipnosis
sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta. Gelombang alfa
berada pada kisaran 8 â 12 Hz dan theta pada 4 â 8 Hz. Saat seseorang
berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada
di antara alfa dan theta.
Setiap orang dalam satu hari minimal
pasti berada dalam kisaran gelombang ini yaitu saat mau tidur dan saat
baru bangun tidur. Secara alamiah saat kita mau tidur gelombang otak
akan turun dari beta, ke alfa, ke theta, dan akhirnya di delta (tidur
pulas tanpa mimpi). Demikian pula sebaliknya. Saat kita bangun tidur
maka gelombang otak akan naik dari delta, ke theta, ke alfa, dan
akhirnya di beta atau sadar penuh.
Apakah benar kita selalu mengalami hipnosis setiap saat?
Sebenarnya setiap hari kita mengalami kondisi hipnosis.
Anda pasti pernah nonton film, bukan? Saat adegan film sedang
seru-serunya anda pasti merasa tubuh anda menjadi tegang, napas berubah,
dan jantung anda berdebar lebih kencang. Mengapa? Bukankah anda tahu
bahwa apa yang sedang anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata? Pikiran
sadar anda tahu bahwa film itu bukan sesuatu yang nyata. Namun pikiran
bawah sadar anda menerima apa yang anda lihat dan alami sebagai suatu
hal yang nyata.
Saat menonton film, perhatian anda sangat
terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga anda
mem-blok suara-suara lain, misalnya suara batuk penonton lainnya, atau
suara handphone yang berbunyi. Pada saat ini anda sangat sadar dengan
keberadaan diri anda yang sedang menonton film. Semua sensasi atau
perasaan yang anda rasakan saat menonton film, misalnya perasaan sedih,
gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia merupakan hasil dari kerja
pikiran bawah sadar anda. Saat itu anda sebenarnya berada dalam kondisi
hipnosis.
Lalu, apakah anda dikendalikan oleh
film yang anda tonton? Tentu tidak! Film itu tidak mengendalikan diri
anda tetapi mengarahkan pikiran anda dengan alur ceritanya. Inilah
sebenarnya yang dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.
Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.
Bagaimana definisi hipnosis yang benar?
Saat
ini, definisi yang paling banyak digunakan dan diterima berbagai
lembaga / asosiasi hipnosis dan hipnoterapi di dunia adalah definisi
yang dikeluarkan oleh U.S. Dept. of Education, Human Services Division: "hypnosis
is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by
the establishment acceptable selective thinking" atau "hipnosis adalah penembusan faktor kiritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti)."
Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan, seperti yang ditampilkan di Televisi?
Tentu tidak. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya:
1. Stage Hypnosis
Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan.
2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy
Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis
dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi
dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia,
stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit
kulit, dan masih banyak lagi.
3. Anodyne Awareness
Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.
4. Forensic Hypnosis
Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.
5. Metaphysical Hypnosis
Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.
Bagaimana sebenarnya hipnosis itu, apa termasuk unsur klenik?
Hipnosis berhubungan dengan kondisi kesadaran seseorang pada satu waktu tertentu. Tidak ada unsur klenik sama sekali. Hipnosis sebenarnya merupakan seni komunikasi dengan pikiran bawah sadar. Dulunya (sewaktu saya masih muda) saya tidak percaya bahwa hipnosis adalah suatu seni komunikasi. Namun setelah saya mempraktikkan hipnosis
baik untuk diri sendiri maupun dengan orang lain maka saya akhirnya
sadar bahwa memang benar bahwa hipnosis adalah seni komunikasi bawah
sadar.
Dalam setiap kesempatan sayasering menjelaskan ketika / selalu muncul pertanyaan, "Apa hubungan hipnosis dengan mahluk halus?", "Gendam itu jenis hipnosis yang mana ?". Saya berusaha menerangkan bahwa sebenarnya hipnosis itu murni seni komunikasi dan nggak ada hubungannya dengan mahluk halus. Sambil guyon saya berkata, "Hipnosis memang ada hubungannya dengan mahluk halus bila yang menghipnosis anda adalah seorang wanita yang cantik, berkulit mulus, dan tutur katanya halus. Jadi benar itu mahluk halus".
"Lalu bagaimana dengan gendam?
Bukankah ada banyak contoh kasus di mana seseorang ditelpon, katanya ia
dapat hadiah, dan diminta menyetor sejumlah uang ke rekening tertentu,
lhaâ¦. koq mau? Itu pasti kena gendam", kejar si penanya. Benarkah demikian? Untuk menjelaskan fenomena ini saya akan membahas mengenai cara kerja pikiran.
Bagaimana cara kerja pikiran manusia?
Manusia
mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling
mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya
pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang,
misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan
kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran
bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan
90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar
mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.
Apakah setiap orang bisa dihipnosis?
Jawabnya bisa. Semua orang bisa dihipnosis asalkan mereka bersedia. Satu-satunya faktor yang menghambat seseorang untuk masuk kondisi hipnosis adalah rasa takut.
Apakah benar jika kita menolak untuk dihipnosis maka kita tidak dapat dihipnosis?
Syarat utama agar dapat dihipnosis adalah subjek (orang yang dihipnosis) harus bersedia untuk dihipnosis. Bila subjek menolak maka hipnotis / hipnoterapis tidak akan mampu menghipnosis. Saat hipnotis melakukan hipnosis, yang terjadi adalah si hipnotis
mem-by-pass pikiran sadar subyek dan langsung berkomunikasi dengan
pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini jangan salah dimengerti
sebagai suatu bentuk manipulasi.
By pass maksudnya adalah pikiran
sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung atau lelah sehingga
pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu RAS (Reticular Activating System) terbuka atau tidak terjaga dengan baik. Karena RAS terbuka atau pengawasannya lemah maka si hipnotis akan dengan mudah menjangkau pikiran bawah sadar. Apabila subjek merasa takut, tidak suka, khawatir, atau tidak percaya pada hipnotis, maka proses hipnosis akan menjadi sangat sulit karena RAS akan terkunci rapat. Dalam kondisi ini hipnotis akan sulit sekali menjangkau dan berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek.
Apa yang dimaksud dengan self-hypnosis?
Kerja sama dari subjek sangat dibutuhkan agar proses hipnosis dapat berlangsung dengan mudah dan lancar. Mengapa? Karena semua proses hipnosis sebenarnya adalah self-hypnosis. Dikatakan self-hypnosis karena seorang hipnotis sebenarnya hanya berperan sebagai fasilitator atau operator. Subjek menghipnosis dirinya sendiri dengan mengikuti instruksi yang diberikan oleh hipnotis. Bila subjek menolak dengan cara tidak bersedia mengikuti instruksi maka hipnosis tidak akan bisa terjadi.
Bagaimana cara seorang hipnotis / hipnoterapis menjangkau pikiran bawah sadar seseorang?
Seorang hipnotis / hipnoterapis
yang ahli tentu mempunyai sangat banyak cara untuk bisa menjangkau
pikiran bawah sadar subjeknya. Cara untuk menjangkau pikiran bawah sadar
ini dinamakan induksi. Ada sangat banyak cara melakukan induksi. Dari
semua cara itu, bila dicermati, akan tampak suatu pola umum. Pola umum
ini membagi teknik induksi menjadi enam kategori. Para pakar biasanya
menggabungkan beberapa pola induksi menjadi satu pola baru. Ada teknik
induksi untuk orang yang mudah dihipnosis. Ada yang untuk yang moderat. Dan ada yang untuk orang yang sulit dihipnosis.
Apakah saya bisa menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis?
Untuk menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis
yang andal diperlukan beberapa syarat utama, antara lain konsep diri
positif, rasa percaya diri yang tinggi, memahami cara kerja pikiran,
kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, kreatif, dan
menguasai ilmu hipnosis dengan baik dan benar.
Di mana saya bisa mempelajari hipnosis / hipnoterapi?
Ini satu pertanyaan yang sangat bagus. Saat ini ada banyak orang atau lembaga yang melakukan loka karya hipnosis. Ada yang memasang harga yang murah sampai harga yang cukup mahal. Terlepas dari berapa harga yang dipasang untuk lokakarya hipnosis, yang harus benar-benar diperhatikan adalah siapa yang mengajar di loka karya hipnosis tersebut.
Instruktur
yang mengajar mempunyai pengaruh yang sangat penting. Bila anda belajar
pada orang yang salah, yang hanya mengerti sedikit namun telah berani
mengadakan loka karya, maka anda akan membuang uang, waktu, pikiran, dan
tenaga karena telah salah belajar.
Saya dapat bercerita seperti ini karena pengalaman pribadi sewaktu muda Sebelum mendalami hipnosis, dengan mengikuti loka karya, saya banyak membaca buku-buku hipnosis
yang ada di toko buku. Semakin saya membaca maka semakin bingung saya
jadinya. Saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti loka karya yang
diselenggarakan oleh beberapa pakar hipnosis. Ada pakar
dari dalam negeri maupun yang dari luar negeri, sudah tentu dengan biaya
yang tidak sedikit. Dari mereka akhirnya saya mendapat pemahaman yang
benar mengenai apa itu hipnosis. Selanjutnya saya mendalami sendiri dengan banyak membeli buku dari luar negeri dan tentu saja banyak praktik.
Cara yang lebih mudah adalah dengan mengikuti pelatihan hipnosis/hipnoterapi 100 jam yang diselenggarakan Quantum Hypnosis Indonesia.
Apakah benar belajar hipnosis itu sangat sulit?
Untuk mendalami hipnosis dan melakukan stage hypnosis bukanlah sesuatu yang sulit. Namun untuk melakukan hypnotherapy, ini anda harus hati-hati. Aplikasi hipnosis
dalam terapi memerlukan pengetahuan yang lebih dalam. Belajar di loka
karya saja belum cukup. Kita masih harus mendalami dari berbagai sumber
lainnya.
Baru-baru ini saya mendapat cerita dari seorang kawan mengenai suatu lembaga yang menyelenggarakan loka karya hypnotherapy.
Ternyata apa yang diajarkan sangat keliru. Dari cerita kawan saya ini
dapat disimpulkan bahwa sebenarnya teknik terapi yang diajarkan di loka
karya tersebut, kalau di Amerika, masuk dalam kategori malpraktik.
Saya
sengaja menceritakan hal ini tidak bertujuan mendiskreditkan suatu
lembaga atau pribadi tertentu. Saya ingin agar kita semua berhati-hati
agar kita dapat belajar dari sumber yang benar dan kompeten agar ilmu hipnosis dapat dikuasi dengan benar dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan kita bersama.
Apakah hipnoterapis bisa melakukan diagnosa penyakit?
Hipnoterapis tidak bisa dan tidak boleh melakukan diagnosa penyakit karena hipnoterapis bukan dokter. Hipnoterapis juga bukan psikolog atau psikiater.
Untuk bisa menjadi seorang hipnoterapis andal tidak perlu harus menjadi dokter, psikolog, atau psikiater dulu. Namun dokter, psikolog, atau psikiater bisa menjadi hipnoterapis dengan mengikuti pelatihan hipnoterapi.
Apakah seseorang, saat dihipnosis, bisa tidak "bangun" atau "tersangkut" di dalam kondisi hipnosis?
Ini pandangan yang salah yang diyakini kebanyakan orang. Belum pernah dalam sejarah hipnosis/hipnoterapi ada orang yang "tersangkut" dan tidak bisa keluar dari kondisi hipnosis. Orang dikatakan tidak mau keluar atau "tersangkut" sebenarnya karena mereka merasa enggan untuk keluar dari kondisi hipnosis yang sangat rileks dan menyenangkan.
Siapapun bisa keluar dari kondisi hipnosis dengan segera saat ia memutuskan untuk keluar dari kondisi hipnosis. Saat dalam kondisi hipnosis, subjek tetap memiliki kontrol sepenuhnya atas pikirannya sendiri.
|
0 Responses
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

